Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Marketing final Exam post 6

Gambar
6. Konsep 3 tingkatan dari sebuah produk diatas sangat bisa diimplementasikan dalam bidang jasa. Contohnya : Food Service Delivery (GrabFood, Gofood, PizzaHutDelivery dll) Core product : Kemudahan; yaitu kemudahan ketika ingin membeli makan kita tidak perlu repot-repot nyetir ataupun naik kendaraan umum untuk datang ke tempat makan. Apabila sedang sibuk dan tidak sempat pergi ke tempat makan ataupun kondisi cuaca yang sedang hujan maka food service delivery bisa menjadi solusinya. Actual product : Pemanggilan kurir/driver, pengantaran makanan maupun fitur-fitur yang ada di aplikasi. Augmented product : produk pelengkap yaitu garansi makanan cepat sampai, keamana makanan pada saat sampai ke tangan konsumen adanya hotline atau customer care 24 jam. 

Marketing final exam post 5

Gambar
5. Sebuah produk harus memiliki level of product yang terdiri dari; core, actual dan augmented karena sebuah produk harus memiliki sebuah identitas yang bisa ditawarkan kepada semua pelanggan. Mulai dari core product contohnya yaitu kegunaan dan manfaat yang ditawarkan dari sebuah produk haruslah sesuai dengan kebutuhan konsumennya yang menjadikan alasan-alasan mengapa konsumen membeli produk yang dijual. Selanjutnya level actual product contohnya yaitu aktualisasi dari sebuah produk atau apa yang  dibeli. actual product juga bisa berarti pembeda atau differensiasi produk kita dengan produk para kompetitot. Selanjutnya yaitu augmented product yaitu hal pelengkap yang bisa dijadikan sebagai atribut yang melengkapi sebuah produk untuk menambah kepuasan para konsumen. Ketiga hal tersebut haruslah dimiliki oleh setiap produk untuk memenangkan kompetisi dengan produk lain dan juga untukmendapatkan keuntungan yang maksimal.

Marketing final exam post 4

Gambar
4. Inseparatibility Produk jasa dalam industri perhotelan memiliki karakteristik inseparatbility yaitu ketidakterpisahan maksudnya penjualan, produksi, dan konsumsi jasa/service yang berlangsung bersamaan. Karena keterlibatan pelanggan dalam proses, karyawan perhotelan harus terus-menerus mengevaluasi respon dari apa yang terjadi pada pelanggan dan mengubah atau mengevaluasi pendekatan mereka. Strategi : v   Melakukan seleksi dan pelatihan secara berkala   terhadap semua staff hotel v   Memberikan apresiasi terhadap staff yang memiliki good service v   Mengelola konsumen atau yang sering disebut CRM yaitu Customer Relationship Management

Marketing final exam post 3

Gambar
3. Variability                 Produk jasa yang memiliki banyak varias bentuk dan kualitas mereka tergantung pada siapa yang memperkerjakan mereka, kapan dan di mana mereka diperkerjakan, dan untuk siapa mereka diperkerjakan. Hal ini dikarenakan produk jasa diproduksi atau dihasilkan oleh manusia. Dengan demikian yang akan menjadi hambatan adalah kualitas atau kinerja mereka. Sehingga kita harus selalu melakukan quality control terhadap semua staff dan memastikan SOP yang ada tetap dijalankan dan sesuai dengan arahan. SOP yang adapun harus dievaluasi secara berkala untuk memastikan operasional di hotel berjalan lancar. Konsistensi ini sangat penting karena merupakan sebuah identitas di hotel. Hotel yang baik adalah hotel yang memiliki konsistensi di setiap service nya agar guest mau dan berfikir untuk ingin kembali.

Marketing final exam post 2

Gambar
2. Perishability Perishability yang artinya tidak tahan lama. Sebuah produk Jasa memiliki sifat   tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Kursi pesawat yang kosong dan kamar hotel yang tidak dihuni akn berlalu atau hilang begitu saja karena tidak bisa disimpan. Produk yang dihasilkan di industri perhotelan adalah jasa yaitu service atau pelayanan.   Menurut sumber referensi (Hill 1999; Gadrey2000), dapat dikatakan bahwa service/pelayanan bukan merupakan stok aset tetap dan tidak mungkin untuk disimpan untuk dipakai dilain hari. Service tidak dapat disimpan. Hotel dengan 200 kamar yang hanya dihuni sejumlah 100 kamar pada malam tertentu tidak dapat menginventarisir 100 kamar yang tidak terjual dan kemudian menjual 300 kamar pada malam berikutnya. Pendapatan hilang karena tidak menjual 100 kamar tersebut. Strategi untuk memaksimalkan revenue : v   Menawarkan Early Bird Promotion              ...

Marketing final exam post 1

Gambar
1. Intangibility Intangibility adalah tidak berwujud. Seperti karakteristik Jasa menurut Tjiptono (2004:18) mengutarakan bahwa Jasa berbeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu objek, alat, atau benda. Maka jasa adalah suatu perbuatan, tindakan, pengalaman, proses, kinerja (performance), atau usaha. Produk yang dihasilkan di industri perhotelan adalah jasa yaitu service atau pelayanan. Yang mana service merupakan hal yang tidak bisa dilihat, dicicipi, didengar, ataupun dibaui wujudnya atau yang biasa kita sebut intangible. Jadi produk yang dijual dalam industri perhotelan adalah pengalaman yang tidak berwujud. Maka dari itu industri perhotelan termasuk kedalam karakteristik intangibility.